UTC Semarang, Sabtu, 27 Oktober 2018. Senang, Semangat, dan Srawung.  Itulah gaung utama Gelar Budaya yang dibuka dengan  ltheme song bersama dengan Mgr. Robertus Rubyatmoko dan para pemuka agama. Para peserta  Srawung Persaudaraan Sejati selanjutnya dihibur dengan beragam karya pertunjukan kreatif  dari berbagai komunitas lintas daerah dan lintas agama. Beberapa sajian yang tampil antara lain  Jodho Kemil, Angklung Kampung Dolanan Anak, Tari Samaratungga, Teater Dentum, dan Sendratari dari Kendal.

Beragam penampilan itu hadir dalam satu nada utama  persaudaraan dalam keberagaman. Tidak hanya menonton, peserta juga diajak untuk memainkan instrumen angklung secara masal  dipimpin oleh dirigent muda. Sebanyak 1.200 angklung disebar dan dimainkan oleh para peserta. Angklung adalah salah satu alat musik tradisional Indonesia yang masuk dalam daftar World Heritage oleh UNESCO. “Saya senang bisa bermain angklung karena sebelumnya belum pernah,” ujar Ina, salah satu peserta dari Jogja.

Suasana semakin menghanyutkan ketika Lagu Satu Nusa Satu Bangsa dikumandangkan bersama.  “Sampai merinding”, seru seorang peserta. “Sampai banget pesannnya  bahwa perbedaan itu sungguh adalah kekayaan yang yang indah saat menjadi harmoni.” Gelar Budaya menjadi momentum indah orang muda untuk menegaskan pentingnya kerja  membangun harmoni dengan saling melengkapi satu sama lain dengan senang hati .

Share This