Kaum muda yang tergabung dalam Kedu Bersaudara berkumpul bersama dalam acara pre-event Srawung Orang Muda Lintas Agama 2018. Rangkaian acara Kedu Bersaudara hari kedua berlangsung di Klenteng Liong Hok Bio, Magelang, Jawa Tengah (18/8/18).

Acara ini mendapat sambutan hangat dari seorang perempuan yang hadir mewakili Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (BEM UMM). Perempuan yang akrab disapa Dewi itu mengatakan acara ini menumbuhkan rasa toleransi antaragama.

“Bagus ya untuk mempersatukan gitu, nggak harus Islam ya Islam, Katolik ya Katolik, tapi justru bisa membaur bersama gitu,” ucapnya di Klenteng Liong Hok Bio, Sabtu (18/8/18).

“Kita nggak perlu memandang beda karena kita sama-sama warga Indonesia,” sambungnya.

Dikatakan Dewi, ia merasa acara ini perlu dilanjutkan agar semakin didengar dan diketahui banyak orang. Apalagi orang muda yang harus terus menjaga semangat toleransi.

Dalam rangkaian acara Kedu Bersaudara, acara dibuka dengan penampilan Barongsai Singa Emas dan Wushu. Barongsai merupakan tarian tradisonal Cina dengan menggunakan sarung menyerupai singa. Demikian juga wushu adalah seni bela diri yang berasal dari Cina. Namun menariknya para penampil wushu maupun barongsai bukan hanya diikuti oleh anak-anak beragama Buddha melainkan dari berbagai kalangan dan beda agama. Mereka belajar bersama selama 3 kali dalam sepekan.

Dengan demikian, tak menutup kesempatan dan keinginan untuk belajar wushu maupun barongsai. Inilah salah satu wujud toleransi yang nyata. Apalagi setiap anak diberi kemampuan untuk dikembangkan. Selain itu dalam kepanitian juga tak hanya digarap oleh rekan-rekan orang muda Katolik (OMK) tetapi juga muda mudi lintas agama.

Kebahagiaan dirasakan para muda mudi Klenteng. Umumnya, para muda-mudi berkumpul dan beracara sesuai agama masing-masing. Tentunya ada harapan Kerjasama antar pemuda-pemudi lintas agama terus dilakukan tak hanya di masing-masing komunitas agama. Ia berkata agar silaturahmi ini terus dijaga dan dirawat.

“Dari kecil-kecil semoga semakin jadi besar dan semakin erat dan terus dilanjutkan,” ungkap Ko Gunawan salah satu Muda-Mudi Klenteng.

#Aloysia Mita

Share This