1. Wedang = minuman
Di masyarakat kita, duduk bersama dan wedangan merupakan salah satu media untuk srawung. Dalam konteks masyarakat Jawa, wedang dimaknai  sebagai ngawe kadang (kerata basa), yang artinya memanggil untuk persaudaraan.
Minuman digambarkan dengan paduan dua tangan berwarna merah-putih, artinya dalam komunikasi dan relasi antar elemen yang ada di masyarakat, nilai
kebangsaan, nasionalisme, cinta tanah air itu yang menjadi nyawa, menjadi roh dalam setiap perjumpaan. Tangan yang erat berdekatan, itulah yang seharusnya menjadi kekuatan kita. Saling membantu, saling bekerja sama, saling menguatkan satu sama lain sesama anak bangsa. Walaupun beraneka ragam tetapi semua tangan bisa didekatkan dan menjadi kekuatan hebat dalam semangat merah putih.

2. Nama kegiatan
Kegiatan berjudul “Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda 2018″
Tulisan disusun dengan formasi tertentu yang membentuk balon kata dengan
huruf yang saling berkaitan satu sama lain dan menggunakan paduan warna
merah-putih.

Bentuk balon kata, mengandung arti bahwa dalam setiap rawung, perjumpaan, pergaulan ada komunikasi yang terjadi di situ, ada dialog yang berkembang.

Huruf yang saling berkaitan, mengandung arti bahwa jika ada perjumpaan, srawung, dan dialog akan mendekatkan satu sama lain, ada hal yang bisa dipersatukan, ada hal yang saling terkait dan beririsan satu sama lain.

Paduan warna merah-putih, mengandung arti jika media srawung mempunyai roh cinta tanah air dan nilai-nilai kebangsaan, maka diharapkan pula setiap interaksi, dialog, dan komunikasi yang terjadi dalam lingkup persrawungan tersebut selalu dalam koridor cinta tanah air.

Share This