Orang muda lintas agama kembali merayakan perbedaan dalam nafas kebhinekaan yang dikemas dalam acara Srawung Kedu Bersaudara. Pada rangkaian acara Kedu Bersaudara hari ketiga pada, Minggu (19/8/18), orang muda berkesempatan menunjukkan bakatnya.

Bakat-bakat orang muda lintas agama itu beragam ada yang menari, menyanyi. Terbangan dimeriahkan oleh teman-teman dari Pondok Pesantren Selamat Magelang, KlungDut (Angklung Dangdut) dari Sumber, fragmen kemerdekaan oleh Komunitas Sejarah. Tarian tradisional dari siswa SMA PL Van Lith Muntilan. Acara juga dimeriahkan oleh mini orkestra dari putra-putra Seminari Menengah Mertoyudan.

Komunitas Kampoeng Dolanan juga semakin menyemarakkan acara Kedu Bersaudara. Spotan tapi seru. Pengunjung yang hadir berkesempatan memegang dan memainkan alat musik tradisional, yakni angklung. Ada seorang anak yang memandu dengan memberikan kode sehingga pengunjung bisa memainkannya. Mau yang muda sampai yang tua akhirnya bisa belajar spontan memainkan angklung.

“Menarik ya, orang muda berbagai agama bisa menunjukkan bakatnya,” ucap Ayu yang bersekolah di Magelang saat menikmati acara Srawung Kedu Bersaudara di Pendopo Gereja St Ignatius Magelang, Minggu (19/8/18).

Srawung dan tunjukkan peran

Tak hanya menghargai bakat dari kaum muda berbagai lintas agama tetapi dalam rangkaian acara Kedu Bersaudara para pengunjung bisa belajar bersama tentang aneka komunitas keagamaan. Misalnya Komunitas Pager Piring ini bergerak untuk terus menyuarakan persatuan agar tidak risih satu sama lain. Acara ini juga dimeriahkan berbagai komunitas yang menunjukkan peran positif terhadap sesama maupun lingkungan.

Ada pula stand-stand dari berbagai komunitas-komunitas yang memperlihatkan keunikan dari banyak pembelajaran. Stand ini mempertunjukkan aneka kegiatan dan aktivitas yang dilakukan, termasuk dari berbagai agama. Sehingga orang muda bisa mendapat aneka informasi tentang komunitas yang berperan untuk sesama maupun lingkungan. Misalnya Kopdariyah, Kampung Dolanan, Komunitas Kali Bersih Magelang, FesThink, Komunitas Kelas Inspirasi, SDK Prontakan Sumber.

“Saya bisa dapat informasi banyak. Makin memotivasi saya belajar untuk peduli terhadap rekan-rekan meski beda agama. Unik juga tadi bisa melihat aneka kemampuan dari teman-teman beda agama,” ucap Reza.

Tentunya rangkaian acara Kedu Bersaudara yang berlangsung pada 17-19 Agustus 2018 diharapkan menjadi wadah dan sarana untuk mempersatukan dan merayakan perbedaan. Agama bukan jadi benteng melainkan menambahkan kekayaan keberagaman di Indonesia.

#aloysia mita

Share This