Orang Muda Katolik (OMK) wilayah Santo Yusup Wonorkerso, Paroki Banyutemumpang kembali menggelar Festival Ting (Festink #3). Untuk ketiga kalinya acara ini dilaksanakan bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Pentakosta. Melalui kegiatan ini, OMK pun semakin menunjukkan eksistensi diri dan berperan di gereja maupun masyarakat.

Fidelis Aldo selaku Ketua Panitia Festink #3 menyampaikan acara tahun ini makin meriah karena berbarengan dengan bulan Ramadan dan menggaungkan semangat #srawungsejakdalampikiran. Diungkapkan Aldo, latar belakang kegiatan ini mengingat Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak suku, budaya, dan agama tapi hidup rukun berdampingan. Sayangnya, belakangan ini ada berbagai isu dan tindakan intoleransi yang mengancam kebhinekaan. Bahkan, lewat celah-celah keagamaan.

Guna menghadirkan persaudaraan antarorang muda yang merupakan masa depan bangsa, Keuskupan Agung Semarang (KAS) menyelenggarakan acara Srawung Persaudaraan Kaum Muda Lintas Iman dimana puncak acaranya akan berlangsung pada Oktober 2018 mendatang. Festink pun menjadi salah wadah pra-event yang mempertemukan kaum muda untuk membahas dan menawarkan pesan damai. Festink #3 yang juga mengusung tema “Ada, Hadir dan Berbagi”.

“Festink #3 ingin mewujudnyatakan perbuatan kasih dengan sebuah tindakan konkrit. Sebuah keberadaan yang bukan sekadar ‘ada’ namun juga benar-benar ‘hadir’ akan memberikan kemampuan untuk ‘berbagi’,” jelas Aldo.

Aksi Nyata

Menurutnya, hal ini sejalan dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) KAS 2018, yakni “Mengasihi dengan Kata dan Perbuatan”. Rangkaian Festink bukan hanya perayaan ekaristi tetapi diawali dengan berbagai kegiatan sosial yang terbuka untuk umum. OMK ingin menjadi cahaya bagi banyak orang lewat berbagai aksi nyata yang dimulai pada Sabtu (12/05/2018), yakni aksi donor darah bertempat di Ruang Pemuda Gereja St Yusup Wonokerso. Donor darah berlangsung pada 09.00-12.00 WIB. Selanjutnya, orang muda juga peduli kesehatan dengan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis yang akan dilaksanakan pada Minggu (13/05/2018) dimulai pukul 09.00 hingga selesai.

Puncak Acara

Sabtu (19/5/2018) merupakan puncak acara Festink. Kegiatan ini akan berlangsung di Dusun Wonokerso tepatnya di Gereja St Yusup Wonokerso. Berbeda dengan Festink tahun-tahun sebelumnya, kali ini akan diawali dengan “ngabuburit” yang dimulai pukul 16.00 WIB. Acara Festink #3 ini kebetulan berlangsung saat bulan Ramadan. Ada pula penampilan yang disuguhkan orang muda Kevikepan Kedu. Setelah waktu berbuka puasa pun, pemeluk agama Islam dipersilakan menjalankan salat tarawih dan tadaruz di masjid terdekat. Sementara umat Katolik akan melaksanakan ekaristi dimulai pukul 19.00 hingga selesai.

“Setelah ibadah selesai, umat dan masyarakat setempat bisa berkumpul lagi untuk menikmati hiburan, pesta rakyat, dan sekadar ngobrol,” imbuh Aldo.

Ia mengungkapkan pesan damai juga akan disampaikan oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan Alissa Wahid selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian. Festink #3 makin meriah dengan dukungan dari masyarakat Dusun Wonokerso, Srawung Persaudaraan Sejati, Komisi Kepemudaan KAS, Komsos KAS, Gusdurian, dan Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika.

“Festival ini juga menampilkan kreativitas anak muda, serta melestarikan kekayaan lokal,” ungkapnya.

Orang muda dilibatkan untuk menyatukan hati dan pikiran #srawungsejakdalampikiran lewat berbagai penampilan mulai dari akustik hingga tampilan teater. Penasaran apa saja yang menarik di Festink #3? Langsung saja bergabung dan srawung bersama di Gereja St Yusup Wonokerso.

Sekilas tentang Festink

Festink digagas oleh seniman patung dari Lereng Merapi, Ismanto. Mulanya Festink berlangsung pada 2014. Saat itu, ia berkontribusi langsung menyemarakkan Hari Raya Pentakosta di Gereja St Yusup Wonokerso. OMK setempat pun melanjutkan acara yang khas dengan ting (cahaya). Festink jadi salah satu wadah OMK untuk membagikan “terang” lewat kata dan perbuatan sehingga bisa membawa perubahan positif bukan hanya untuk gereja tetapi untuk nusa dan bangsa. Ciri khas Festink adalah penggunaan ting sebagai instalasi utama.

#Aloysia Mita

 

Share This