Makin malam makin asyik! Itulah yang menggambarkan acara puncak Srawung Kekinian yang digarap oleh Orang Muda Katolik (OMK) Rayon Sleman. Makin malam orang muda mulai berdatangan untuk berjumpa dan berkumpul bersama. Sabtu (21/7/18), kawula muda lintas agama pun kumpul bareng menikmati malam puncak Srawung Kekinian di Melcosh, Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

“Rukun Agawe Santosa!” itulah slogan yang selalu disebutkan dua perempuan selaku pembaca acara. Tak lupa ada gerakan yang dibuat spontan untuk menghangatkan suasana malam yang dingin itu. Sebelum peserta memasuki ruang utama acara, mereka melewati hasil mural bertema “Beda Tradisi, Beda Persepsi, Beda Kondisi” yang sebagian besar digarap oleh OMK. Tak sedikit yang sejenak berhenti untuk berfoto dengan latar belakang mural-mural itu.

Romo Johanes Wegig Hari Nugroho, Pr, selaku moderator OMK Rayon Sleman pun sedikit menceritakan proses rekan-rekan muda menggarap acara Srawung Kekinian: Rukun Agawe Santosa itu. Saat berbincang-bincang, Romo Wegig mengungkapkan acara Srawung ini menjadi salah satu semangat OMK sendiri khususnya di Rayon Sleman untuk kumpul bersama. Diakuinya, OMK Rayon Sleman sudah lama vakum. Inilah awal mula yang baik jadi “disekarep” saja anak-anak mau bikin acara seperti apa dan bagaimana. Rupanya, acara ini makin ramai dihadiri kawula muda lintas agama maupun komunitas-komunitas yang ada di Sleman dan sekitarnya.

Hasilnya memang mengagumkan, puncak Srawung Kekinian bikin gregetan. Pentas seni itu dimeriahkan oleh penampilan-penampilan orang muda yang juga lintas agama. Mulai dari drama, band, tari nusantara, keroncong, dan sebagainya. Seru, jingkrak-jingkrak, ada ruang buat foto-foto, itulah kesukaan anak muda zaman now.

Seorang perempuan bernama Ika mengaku senang bisa hadir di acara orang muda yang memang sengaja dibuat agar semakin srawung ini. Dikatakan Ika, acara ini membuat dirinya lebih percaya diri bertemu dengan teman-teman lintas agama dan berbagai komunitas.

“Seru, rupanya acaranya ramai banget. Oh gini ya, acara orang muda bisa liat banyak hasil karya mural, ada tariannya, terus tadi ada band,” tutur perempuan yang memakai jilbab berwarna hitam itu.

“Pengen juga bisa ada acara kayak gini. Aku cuma diajakin tapi berkesan juga bisa berbaur meski beda-beda agama. Liat panitianya dari pemuda-pemudi Gereja, jadi iri sama semangat mereka bikin acara kayak gini,” sambung Ika.

Sebagaii informasi, OMK Rayon Sleman membentuk kepanitiaan dan mengajak peserta dari berbagai komunitas maupun sesama orang muda lintas agama untuk melakukan kunjungan dan diskusi untuk menambah pengetahuan tentang agama lain. Kunjungan pertama dilakukan ke Vihara Karangjati dan Forum Jogja Damai (FJD), Sabtu (24/6/18) lalu. Kunjungan berikutnya ke Pondok Pesantren Assalafiyah, Minggu (8/7/18).

 

#Aloysia Mita

Share This